anick

Archive for 2009|Yearly archive page

Kelas Sifir

Dalam Kenangan di Februari 7, 2009 pada 8:08 am

Sampai sekarang aku tidak tahu apa arti sebenarnya sifir itu. Yang jelas, kita memahaminya sebagai kelas persiapan menuju kelas Satu. Sebutan lainnya adalah kelas Nol. Aku mengalaminya selama dua tahun. Bukan karena tak naik kelas alias ndongkol, tapi karena tahun pertama (mungkin sekitar tahun 1981) aku kelas Sifir adalah dalam status pupuk bawang alias sekolah-sekolahan.

Meski ketika kenaikan kelas disuruh oleh Mbak Mustamaroh (guruku saat itu) untuk melangkah ke kelas Satu, namun aku tetap ngotot untuk tinggal kelas dengan pelajaran yang sama kawan yang berbeda.

Status pupuk bawang menempel padaku karena waktu itu aku ikut sekolah tanpa pendaftaran secara resmi, dan terkesan ikut-ikutan. Baru setelah kenaikan kelas itulah (mungkin) aku didaftarkan secara resmi sebagai warga kelas Sifir.

Nah, ketika aku berada di kelas Dua (sekitar tahun 1984), menjelang kenaikan ke kelas Tiga, ada keputusan baru saat itu bahwa kelas Sifir akan dihilangkan. Konsekuensi penghilangan ini adalah: para siswa kelas Sifir yang naik kelas Satu diseleksi ulang, dan sebagian terbaiknya langsung dinaikkan ke kelas Dua. Konsekuensi ini juga diterapkan di kelas-kelas di atasnya.

Kebetulan aku termasuk sebagian siswa di kelas Dua yang langsung naik ke kelas Empat. Dus, tidak pernah aku alami yang namanya kelas Tiga. Dus, impaslah status ndongkolku, dibayar dengan lompatan kelas tadi.[]

Bahtsul Masa’il Alumni

Dalam Kabar dan Peristiwa di Januari 7, 2009 pada 7:07 pm

Mengawali tahun baru Hijriyah dan Masehi, jaringan alumni Athfal Islam menggelar sebuah kegiatan ilmiah yaitu Bahtsul Masa’il Diniyyah. Acara digelar pada hari Jum’at malam Sabtu, tanggal 2 Januari 2009 mulai pukul 20.30 hingga 24.00 WIB di musholla Athfal Islam. Bahtsul Masa’il ini telah digagas tiga bulan sebelumnya, yakni pada liburan Idul Fitri sebagai upaya untuk menghidupkan kembali tradisi ilmiah yang pernah menjadi kebanggaan di Athfal Islam. Tadinya direncanakan tanggal 26/27 Desember 2008, namun karena beberapa hal diundur satu minggu (2/1/09).

Sebanyak 60 undangan disebar, namun yang hadir 20-an peserta karena hujan turun sangat deras sejak ba’da maghrib. Meskipun demikian tidak mengurangi antusiasme peserta yang hadir. Bahtsul Masa’il berjalan dengan seru namun sama sekali tidak menegangkan, karena muncul juga suasana reunian dengan kawan-kawan semasa sekolah dulu. Ditemani bakso, kacang dan teh hangat, forum menjadi lebih gayeng ketika sesekali muncul joke-joke dari peserta.

Tema yang dibahas adalah seputar khomr (miniman keras). topik ini dibahas dari definisinya, bentuk, hukum dan lain sebagainya. Termasuk pandangan para ulama kontemporer terhadap zat-zat berbahaya lainnya yang berkembang belakangan ini. Meskipun tak banyak hal yang dapat terbahas, namun cukup memberikan penyegaran bagi para peserta yang telah lama ‘berjarak’ dengan suasana forum semacam ini.

Forum diakhiri dengan kesepakatan gambaran tema untuk Bahtsul Masa’il berikutnya tiga bulan mendatang, atau sekitar bulan April 2009. Beberapa tema yang sempat diusulkan antara lain adalah soal judi sms, dan juga soal arisan dengan pelbagai bentuknya yang berkembang di masyarakat belakangan ini. Beberapa peserta juga mengusulkan nama forumnya, antara lain ada yang mengusulkan Kelompok kajian Ilmiah (KKI), ada juga yang mengusulkan nama “Sinau Bareng”. Ke depan forum ini diharapkan akan diikuti lebih banyak lagi alumni.

Berikut beberapa gambar suasana Bahtsul Masa’il.

dsc_0061dsc_0046

(masauf)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.