anick

Archive for Desember 4th, 2008|Daily archive page

Hari Pertama Masuk Madrasah

Dalam Kenangan di Desember 4, 2008 pada 9:26 am

Ada moment penting dalam hubunganku dengan madrasah secara ‘resmi’. Yaitu, hari pertama aku menjadi murid madrasah. Lamat-lamat aku ingat, setelah diijinkan sekolah madrasah oleh orang tua, siang itu aku disuruh datang ke rumah mbah Dul (Abdullah Dasuqi) almarhum, yang difungsikan layaknya kantor madrasah, untuk mendaftar dan mengambil buku bacaan. Aku lupa judulnya, tapi setiap murid yang mendaftar langsung mendapatkan buku itu. Isinya kata-kata pendek dalam bahasa Arab, mungkin kayak buku-buku “Qiro’aty” atau “Iqro’” sekarang ini. kalau di SD mungkin kayak “Ini Budi”-nya.

Bukan main senangnya rasanya saat itu. Sebab, meskipun tiap hari aku ada di lingkungan madrasah, malah secara ‘ilegal’ sudah ikut-ikutan sekolah, hadir di kelas, tapi aku belum punya status murid. Hari itu, aku resmi menjadi murid Athfal Islam. Hal yang, kata orang tuaku, aku rengekkan setiap hari, menjadi murid madrasah. Wuiihh…! Aku lupa, tapi katanya, aku terobsesi masuk madrasah karena ingin segera bisa  menyelipkan buku di bawah peciku. Begitulah gaya anak-anak madrasah yang lagi ngetrend saat itu. Buku yang cuma satu atau dua tidak dibawa dalam tas seperti anak-anak sekarang, tetapi disisipin di bawah peci. Jadi mirip pakai topi, buku-buku itu yang jadi tudung topinya. Rasanya, keren sekali. Kami juga belum pakai sarung untuk murid kelas satu sampai tiga. Hampir semuanya pakai celana pendek. Jarang yang pakai celana panjang.

mbah Dul [Abdullah Dasuqi]

Dalam Cerita Figur di Desember 4, 2008 pada 9:21 am

Ada sosok yang aku ingat terkait dengan awal-awal aku menjadi murid madrasah. Beliau adalah mbah Dul  (almarhum). Mungkin  satu-satunya jejak dalam ingatanku yang mengaitkan mbah Dul dengan madrasah adalah ketika mendaftar madrasah. Yang disebut mendaftar, bagiku saat itu, adalah datang ke rumah mbah Dul yang difungsikan sebagai kantor madrasah dan mengambil buku bacaan. Selebihnya aku tak ingat sama sekali bagaimana aktifitas mbah Dul di madrasah. Sepertinya berhubungan dengan soal-soal administrasi dan keuangan madrasah. Atau pernik-pernik lain urusan kantor madrasah. Entah apakah mbah Dul juga mengajar atau tidak, sama sekali aku tidak tahu. Aku belum pernah dengar cerita  dari orang dan juga  tak pernah menanyakan kepada yang tahu.

Nama lengkapnya Abdullah Dasuqi. Tinggal di sebelah belakang gedung madrasah bagian Timur. Dikenal kreatif, sangat trampil dalam hal-hal teknis dan memiliki kecenderungan seni yang tinggi.  Dulu sering aku lihat, beliau membuat papan nama yang disemprot cat. Pernah juga atau nyablon kaos untuk partai. Lalu bikin kardus-kardus peci. Pernah juga sukses membuat kecap. Mereknya ABD, mungkin singkatan dari Abdullah Dasuqi. Sebelum meninggal, mbah Dul sempat bekerja di tenun Troso dan terakhir menjadi Ka-Ur Kesra (Modin) desa Pecangaan Wetan.

Untuk apapun yang telah beliau sumbangkan bagi perkembangan madrasah dan pendidikan masyarakat, kita layak menyampaikan terima kasih. al Faaatikhah………

[ditulis oleh masauf]

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.