Athfal Islam, nama sebuah lembaga pendidikan agama atau lebih tepatnya sebuah madrasah. Terletak di Kampung Krajan Desa Pecangaan Wetan Kecamatan Pecangaan Kabupaten Jepara Jawa Tengah, atau di Jalan Panenan nomor 02 Pecangaan. Dalam dokumen-dokumen resmi, setidaknya yang saya tahu, dinyatakan berdiri pada tahun 1947, atau dua tahun setelah kemerdekaan Indonesia. Tokoh di belakang pendirian ini adalah KH. Sya’roni dan K. Salim Zein. Diteruskan oleh generasi berikutnya, anak-anak mbah Sya’roni dan mbah Salim, keponakan, menantu dan sebagainya. Kemudian banyak figur lain dari Pecangaan Wetan dan sekitarnya juga memiliki peran yang tidak kecil untuk melestarikan dan mengembangkan madrasah ini.
Athfal Islam, arti harfiahnya adalah anak-anak Islam. Entah siapa yang mencetuskan nama ini. Tidak ada dokumen yang menjelaskan atau kesaksian soal ini. Barangkali karena ini adalah sebuah lembaga yang meletakkan pendidikan untuk anak-anak Islam sebagai inti urusannya. Atau sebuah harapan untuk membentuk anak-anak yang ‘layak’ menyandang sifat Islam di dalam dirinya. Entah mana yang benar, namun keberadaannya yang telah mapan jauh sebelum banyak lembaga pendidikan agama menjamur di seputar kecamatan Pecangaan memiliki citra tersendiri di tengah masyarakat. Athfal Islam juga bisa dibilang menjadi madrasah tertua di kecamatan Pecangaan.
Tak dipungkiri kalau keberadaan madrasah Athfal Islam [MAI] sangat berpengaruh terhadap corak keberagamaan masyarakat Pecangaan yang religius. Murid-murid MAI, dulunya, berasal dari desa Pecangaan Wetan sendiri, Pecangaan Kulon, Pulodarat, Lebuawu, Troso, Rengging, bahkan ada pula beberapa yang berasal dari desa-desa yang lebih jauh. Banyak alumni MAI yang kemudian mengembangkan pendidikan di desa-desa sekitar Pecangaan Wetan. Karena itu, belakangan murid-murid MAI ‘menyempit’ dari Pecangaan Wetan saja dan beberapa desa lain yang lebih dekat, karena hampir setiap desa memiliki madrasah sendiri.
blognya keren…